Kit Kat. Pasta gigi Colgate. Losion bayi Johnson's. Dove. Doritos. Kellogg's Pop Tarts. Ritz crackers. M&M's. Head & Shoulders.

Hampir sepuluh tahun yang lalu, para pembuat produk ini berjanji untuk berhenti membeli minyak sawit kotor. Namun, kami menemukan merek-merek ini tidak menepati janji tersebut, dan produk mereka masih dibuat dengan menggunakan minyak sawit kotor dari perusak hutan.

Merek-merek ini membeli minyak sawit dari Wilmar – raksasa kelapa sawit terkotor di dunia – yang memicu kehancuran, kebakaran hutan, dan pelanggaran hak asasi manusia di seluruh Indonesia.

Minyak sawit tidak harus berasal dari kehancuran hutan. Tetapi Wilmar tidak akan berubah sampai merek-merek global berhenti membeli minyak sawit kotornya.

Kita dapat mewujudkan hal tersebut. Beritahu merek-merek global untuk menghentikan Wilmar sebelum terlambat untuk hutan Indonesia.
*Produk-produk ini dibuat menggunakan minyak sawit dari satu atau lebih pasar utama.

TANDA TANGANI PETISINYA

Hentikan minyak sawit kotor

  orang di seluruh dunia telah mengatakan pada merek-merek global untuk hentikan minyak sawit kotor. Ayo kita capai   orang.
Kit-Kat. Pasta gigi Colgate. Losion bayi Johnson's. Dove. Doritos. Kellogg's Pop Tarts. Ritz crackers. M&M's. Head & Shoulders.

Hampir sepuluh tahun yang lalu, para pembuat produk ini berjanji untuk berhenti membeli minyak sawit kotor. Namun, kami menemukan merek-merek ini tidak menepati janji tersebut, dan produk mereka masih dibuat dengan menggunakan minyak sawit dari perusak hutan.

Merek-merek ini membeli minyak sawit dari Wilmar – raksasa kelapa sawit terkotor di dunia – yang memicu kehancuran, kebakaran hutan, dan pelanggaran hak asasi manusia di seluruh Indonesia.

Minyak sawit tidak harus berasal dari kehancuran hutan. Tetapi Wilmar tidak akan berubah sampai merek-merek global berhenti membeli minyak sawit kotornya.

Beritahu merek-merek global untuk menghentikan Wilmar sebelum terlambat untuk hutan Indonesia.
*Produk-produk ini dibuat menggunakan minyak sawit dari satu atau lebih pasar utama.
Terima kasih  .
Dukung perlindungan hutan Indonesia di masa depan - klik link di bawah ini dan bagikan.